Elegi Panjang-Pendek Rambut
- X:
- S:
- X:
- S:
ada beberapa perbincangan yang menarik untuk diikuti, ada yg tidak… salah satunya adalah yang isinya berkisar:
“seandainya gw sama dia agamanya sama, pasti gak akan seribet ini”
Jadi inget dulu ada yang suka mainin lagu Morning has Broken di piano, semenjak itu suka sama lagu ini.
Kemarin baru unduh lagi dan… magnifico. All of those memories :’)
Kapan-kapan main piano lagi dan ajarin ya! \(^o^)/
Akhir2 ini saya sering mendengarkan lagunya Paloma Faith yang Romance is Dead, lagunya bener-bener ear catchy dan membuat kita para pendengar meminta untuk mendengarkannya lagi dan lagi.
Lagu Romance is Dead sendiri menceritakan mengenai pasangan kekasih yang sudah tidak lagi romantis. Di lagunya disebutkan bahwa si cowo memberikan bunga plastik, kartu ucapan yg sudah ada tulisan itu (biasanya dari hallmark), lalu si cowo tidak lagi membawakan tas si cewe padahal mau naik tangga yg lumayan tinggi, terus si cewe minta dikirimin surat si cowo malah kirim email, terus si cowo ciuman ama si cewe dan akhirnya si cowo jadi napsu dan mengarah kemana-mana.
Intinya romantisme cinta sudah tidak seindah dulu. Menurut lagu ini, cinta sudah menjadi hal yang formal dan biasa sehingga tidak ada lagi kejutan yang unik dan membekas di hati. Masa sih cinta jaman sekarang seperti itu? Hihi.
Saya sih tidak mau ekspektasi banyak ke cinta itu sendiri, gimana nanti saja deh hoho :>
takutnya adalah, ketika fokus di persiapan S2, gw lupa masih ada tanggung jawab yang belum selesai sebagai mahasiswa S1, yaitu TA. Hiks :(
Tadi akhirnya tahu kalau minimum requirement untuk IELTS di sana adalah 7.5
:(((
duuh gede banget, dulu gw dapetnya cuma 4.5, terus sekarang udah terdegradasi pula kemampuan bahasa inggris gw. hiiikksss
semoga aku bisa ya Allah, amiin.
Ayah saya tidak pernah menjunjung tinggi perkataan mengenai teman-temannya. Beliau bilang, teman terbaik di hidupnya adalah ibu saya. Kalau saya bilang: teman-teman yang udah membantu saya melewati masa sulit itu pa. Pasti ayah saya akan balas: tanpa teman-teman kamu pun seharusnya kamu udah bisa melakukan hal itu.
Ayah saya ingin saya menjadi orang yang berdiri di atas kaki sendiri tanpa perlu bergantung pada siapa pun. Mungkin itu karena ayah saya selalu dikadalin sama temennya.
Namun ada beberapa temannya dari negara Swedia yang selalu baik dengan ayah saya dan masih kontak-kontakan hingga sekarang. Mungkin karena jarang berjumpa dan seringnya bertemu dengan ibu saya, jadinya ayah suka bilang tidak pernah punya teman baik kecuali ibu. Saya takjub dengan persahabatan semacam itu :) semoga kelak saya punya sahabat yang kekal seperti itu. Bukan hanya suami, tapi juga belahan jiwa :)
Dulu guru gw pernah tanyain anak muridnya satu-satu. Pertanyaannya simple dan lebih ke arah tidak penting. Kalau ditanggapi serius pun rasanya ingin bilang: kepo banget sih Pak.
Pertanyaannya:
Sudah berapa kali kamu pacaran?
Jawaban gw obvious belum pernah. Walau ada affair yang lewat, tapi itu tidak dihitung sebagai pacaran pastinya. Terus guru gw menimpali jawaban gw itu:
Oh, berarti kamu nanti kalau sekalinya pacaran, pasti akan setia dan cinta terus.
Pada saat itu, gw bersyukur. Saat ini, gw berharap si Bapak itu ngga pernah ngomong hal itu ke gw. Gw saat ini berharap bisa seperti orang lain yang carefree.
Yah, gw rasa ini adalah salah satu fase hidup yang harus gw lewati :)
You say that you love the rain, but you open your umberella when it rains…
You say that you love the sun, but you find a shadow spot when the sun shines…
You say that you love the wind, but you close your windows when wind blows…
This is why I am afraid, you say that you love me too…
The Talented Mr. Ripley :D